cover renungan

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin…

Ketika mendengar kalimat itu, kita semua pasti sudah mengetahui bahwa itu adalah kutipan dari sebuah lagu buah karya sang maestro legendaris kita, yaitu Ebiet G. Ade.

Dikala santai ini, sambil asik mendengarkan lagu-lagu lawas era 90-an, entah ada energi apa masuk ke tubuh ini ketika terputar lagu-lagunya Ebiet apalagi salah satu lagunya yang berjudul Untuk Kita Renungkan. Getaran batin begitu kuat, seakan meruntuhkan ego yang selama ini telah membuat lupa akan hakikat kehidupan. Hal ini membuat saya menjadi tertarik untuk menuliskan sebuah catatan tentang resapan pesan yang terdapat dari lagu tersebut.

Sebelum kita lanjut, bisa sambil di temani dengan mendengarkan lagu nya yuk:

Ebiet G. Ade

Entah, apa lagi yang tepat untuk menggambarkan makna dari kalimat persuasif dengan menggunakan bahasa simbolik yang sangat tajam dan menusuk hati ini.

Status, profesi, jabatan, harta kekayaan dan apapun yang menimbulkan rasa kesombongan di diri kita ini di simbolkan dengan kata “Pakaian” dalam lagu tersebut. Mau tidak mau, cepat atau lambat, suka atau tidak suka, kelak pakaian itu pun pasti akan terlepaskan. Dan tidak cukup dengan itu, kita juga diajak dan dituntut untuk “suci lahir dan didalam batin” ketika waktu itu tiba.

Bagaikan bayi yang baru terlahir ke dunia, dalam keadaan telanjang. Bersih dan suci didalam batin.


Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin..


Tengoklah ke dalam sebelum bicara..

Singkirkan debu yang masih melekat..

Singkirkan debu yang masih melekat..


Anugerah dan bencana adalah kehendaknya..

Kita mesti tabah menjalani..


Hanya cambuk kecil agar kita sadar..
Adalah Dia di atas segalanya..

Adalah Dia di atas segalanya..


Anak menjerit-jerit asap panas membakar..
Lahar dan badai menyapu bersih..

Ini bukan hukuman hanya satu isyarat..
Bahwa kita mesti banyak berbenah..


Memang bila kita kaji lebih jauh..
Dalam kekalutan, masih banyak tangan..
Yang tega berbuat nista.. oh..

Tuhan pasti telah memperhitungkan..
Amal dan dosa yang kita perbuat..


Kemanakah lagi kita kan sembunyi..
Hanya kepadanya kita kembali
..

Tak ada yang bakal bisa menjawab..
Mari hanya tunduk sujud padanya..


Du du du.. du duu..
ho ho ho.. hoo..


Kita mesti berjuang memerangi diri..

Bercermin dan banyaklah bercermin..


Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini..
Berusahalah agar Dia tersenyum..

Berusahalah agar Dia tersenyum..


Sebuah syair lagu yang tidak hanya untuk didengarkan semata, melainkan sungguh-sungguh menjadi bahan renungan untuk kita. Jangan menunggu datangnya bencana baru kita mau merenungi dosa-dosa kita semua.

Selagi masih ada waktu, marilah kita berusaha agar Tuhan tersenyum.

Leave a Reply