Disuatu pagi hari yang cerah, ada seorang Putra Mahkota kerjaan yang sedang berjalan-jalan untuk menghirup udara segar di area taman sekitar istana. Seperti biasanya, ia selalu ditemani oleh seorang pengawal setia yang sangat baik dan terkenal cerdas.

Pada saat itu ia melihat ada banyak sekali burung merpati yang sedang asik bermain di sekitar kolam ditaman itu. Sambil terus mengamati dan memerhatikan burung-burung tersebut, timbullah suatu pertanyaan dalam hatinya yang membuat ia penasaran dan menanyakannya kepada pengawalnya.

“Pengawal, ada berapa banyak jumlah burung merpati milik kerajaan kita ini?”

Hanya dalam beberapa saat pengawal langsung bisa menjawab pertanyaan sang Putra Mahkota. “Ada tujuh ribu delapan ratus tiga puluh dua ekor jumlahnya, tuan muda”.

Kagum dengan jawaban pengawalnya yang cepat, sang Putra Mahkota mencoba untuk mengujinya lagi, “Bagaimana jika jumlah semua merpati itu ternyata hasilnya lebih banyak dari yang Anda jawab?”

Tanpa ragu, pengawalnya menjawab, “Jika demikian, itu berarti ada beberapa burung merpati dari kerajaan tetangga sedang berkunjung ke kerajaan kita”

“Lalu bagaimana jika ternyata lebih sedikit?” tanya Putra Mahkota lagi dengan cepat.

“Jika memang lebih sedikit, itu tandanya bahwa ada beberapa merpati dari kerajaan kita sedang pergi berlibur ke kerajaan lain”.

Puas mendengar jawabannya dari pengawalnya itu, sang Putra Mahkota pun tersenyum karena merasa terhibur oleh kecerdasan pengawalnya.

asdfs

=============

Teman, kisah diatas memberikan pesan moral kepada kita bahwa segala persoalan akan bisa dijawab dengan tenang dan sederhananya saja. Terkadang persoalaan yang diperumit hanya akan menjadi permasalahan yang tidak ada habisnya atau malah akan menambah masalah baru. Dan juga permasalahan yang rumit tidak akan ada kalau bukan kita sendiri yang memperumitkan masalahnya.

Tidak semua masalah itu harus dipermasalahkan, tapi itu bukan berarti masalah itu malah di diamkan.

Kita harus tahu bahwa ada “Masalah” yang mana dapat membentuk kepribadian diri seseorang agar menjadi lebih dewasa/bijak. Selain itu ada juga “Masalah” yang mana hanya omong kosong belaka yang sama sekali tak perlu digembar-gemborkan.

Menghabiskan waktu untuk mempermasalahkan sesuatu hal yang sebenarnya tidak penting apalagi sampai memperdebatkan/membesar-besarkannnya adalah hal yang sangat sia-sia.

By Rahmlie

Leave a Reply